Menpan Drs Taufiq Effendi MBA, mengatakan, secara bertahap pemerintah akan mengangkat sebanyak 650 ribu pegawai honorer yang rata-rata gajinya dibawah UMR dan tidak mempunyai masa depan menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Menpan mengatakan hal itu seusai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sragen dan Kota Surakarta, kepada wartawan di Rumah Dinas Walikota Surakarta Loji Gandrung, Senin (21/11).

Ia mengatakan, untuk tahun anggaran 2005 pemerintah mengangkat sebanyak 300 ribu PNS barudenngan rincian 200 ribu diambilkan dari tenaga honorer dan 100 ribu lainnya berasal dari seleksi penerimaan pegawai negeri sipil.

“Untuk yang lainnya akan dilaksanakan tahun berikutnya dan nanti setiap tahun akan ada pengangkatan pegawai baru, dan saya kira sampai tahun 2008 semuanya sudah bisa diangkat menjadi pegawai negeri,” paparnya.

Untuk mencapai target pengangkatan PNS baru itu, maka Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kota/Kabupaten yang memiliki tenaga honorer harus sudah didata dan dilaporkan kepada Menpan, sehingga bisa jelas diketahui mengenai tenaga ini.

“Data-data itu akan masuk kedata tetap di Menpan. Saya kira kalau dalam laporannya itu memang benar dan tidak dipalsukan, dua atau tiga tahun mendatang tenaga honorer itu sudah bisa diangkat semua menjadi PNS,” kata Taufiq Effendi.

Dalam pengangkatan pegawai negeri sipil dari pegawai honorer, untuk tahun anggaran 2005, yang diutamakan yang sudah tua-tua dulu dan mempunyai masa kerja lama.

Menyinggung tentang pengangkatan pegawai negeri sipil sebanyak 100 ribu yang baru itu, akan diutamakan untuk tenaga kesehatan, karena dibidang kesehatan ini pemerintah masih memerlukan cukup banyak, disamping bidang lainnya.

Untuk data-data pegawai honorer paling lambat 10 Januari 2006 semuanya harus sudah masuk di Menpan. Sementara itu mengenai seleksi penerimaan pegawai baru PNS pendaftaran dilakukan sekitar awal Desember 2005.

Untuk seleksi diharapkan akhir Desember 2005 sudah selesai, karena April 2006 itu untuk PNS yang diterima dari seleksi harus sudah diangkat.